Tafsir Surat al Qari’ah

0
207

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْقَارِعَةُ (١) مَا الْقَارِعَةُ (٢) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (٣) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (٤) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (٥) فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (٦) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (٧) وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (٨) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (٩) وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (١٠) نَارٌ حَامِيَةٌ (١١)

1. Hari Kiamat.
2. Apakah hari Kiamat itu?
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
4. Pada hari itu manusia adalah seperti kupu-kupu yang bertebaran.
5. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
9. maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah.
10. Tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?
11. (Yaitu) api yang sangat panas.

Surat yang mulia ini adalah makkiyah, dan ayat-ayatnya berjumlah sebelas ayat.1 Pada ayat yang pertama sampai ketiga, Allah l mengulang-ulang kata al Qari’ah ( ). Diawali dengan kalimat pernyataan atau berita, kemudian dilanjutkan dengan dua kali kalimat pertanyaan. Sebagaimana telah diterangkan oleh para ulama, hal ini merupakan pengagungan Allah l terhadap betapa besar dan dahsyatnya hari Kiamat. 2

Banyak penjelasan para ulama terhadap penafsiran makna al Qari’ah (القارعة), yang seluruhnya kembali kepada satu makna, yaitu as-Sa’ah (hari Kiamat).3 Secara lebih luas, Syaikh ‘Athiyyah Muhammad Salim mengatakan:

Telah berlalu penjelasan Syaikh4 -semoga Allah merahmati kami dan beliau-pada awal surat al Waqi’ah5 (الواقعة), bahwa (al Waqi’ah) bermakna seperti ath Thammah6 (الطامة), ash Shakh-khah7 (الصاخة), al Azifah8 (الازفة), dan al Qari’ah9 (القارعة)…

dan telah diketahui (dalam bahasa Arab) bahwa sesuatu apabila besar (dahsyat) keadaannya, ia memiliki banyak nama.

Atau sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Ali(ia berkata), banyaknya nama (pada sesuatu) menunjukkan agungnya perkara tersebut. Juga telah diketahui, bahwa nama-nama tersebut bukanlah sinonim, karena sesungguhnya setiap nama memiliki makna tersendiri. Hari Kiamat dinamakan al Waqi’ah (الواقعة), karena hari itu pasti kejadiannya. Juga dinamakan al Azifah (الازفة), karena kejadian hari itu.11 Demikian pula surat ini (al Qari’ah), berasal dari al Qar’u (القرغ) yang bermakna adh Dharb (الضرب), yakni pukulan. (Sehingga, penamaan hari Kiamat dengan nama ini) sesuai dengan penjelasan pada ayat berikutnya yang menerangkan, bahwa hari itu melemahkan seluruh kekuatan manusia, hingga manusia bagaikan kupu-kupu yang bertebaran, juga melumpuhkan kekuatan gunung-gunung, hingga gunung-gunung itu bagaikan bulu yang berhamburan.12

Dari penjelasan di atas, menjadi jelaslah bahwa makna al Qari’ah (الازفة) adalah hari Kiamat, yang pada saat itu terjadi kehancuran, bencana, dan malapetaka yang amat besar. Makna ini, seperti ditunjukkan firman Allah :

… وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ … (٣١)

… dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri… (QS ar-Ra’d/13:31).

Pada ayat keempat surat ini, Allah berfirman:

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (٤)

(Pada hari itu manusia adalah seperti kupu-kupu yang bertebaran).

Terdapat tiga pendapat di kalangan ulama dalam menafsirkan makna al Farasy (الفرش) pada ayat ini. Pertama, maknanya ialah belalang-belalang kecil yang beterbangan dan saling bercampur-baur antara satu dengan lainnya.13 Makna ini ditunjukkan oleh firman Allah:

Kedua, maknanya ialah sejenis burung kecil atau serangga kecil, bukan nyamuk dan bukan pula lalat.14 Ketiga, maknanya ialah sesuatu yang berjatuhan dan bertebaran di sekitar api,15 baik berupa nyamuk ataupun serangga-serangga kecil lainnya.16 Terdapat sebuah hadits shahih yang menunjukkan makna yang ketiga ini. Yaitu hadits Jabir bin Abdillah, beliau berkata:

Edisi 01 Tahun  XI  1428H – 2007M

Pengunjung juga mencari :

  • dan adapun orang orang yang berat timbangannya ( kebaikan )nya maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan
  • hukum bacaan surah al-Qariah
  • mengapa dalam surat al qriah di awali dengan pertanyaan
  • pada hari itu manusia bagaikan kupu kupu