Melawan Hawa Nafsu Jihad Terbesar ?

0
339

Di kitab manakah saya bisa membaca penjelasan mengenai hadits “jihad yang paling besar adalah melawan hawa nafsu” adalah dha’if, atau siapakah ulama yang mendha’ifkan

081525581xxxx

JAWAB:

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu kami sampaikan sebagai berikut.

Jika hadits yang Anda maksudkan adalah:

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya), hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr . Juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dan Ad-Dailami. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Syaikh ‘Abdur-Razaq bin Abdul-Muhsin Al-Badr – hafizhahullâh- berkata,”Jika kaum Muslimin melalaikan jihad melawan diri sendiri, mereka tidak akan mampu jihad melawan musuh-musuh mereka, sehingga dengan sebab itu terjadi kemenangan musuh terhadap mereka”.[1]

Kemudian beliau menukil perkataan Syaikhul- Islam Ibnu Taimiyyah yang mengatakan: “Bilamana orang-orang kafir menang (atas umat Islam, Red.), maka tidak lain, sesungguhnya hal itu dikarenakan dosa-dosa kaum Muslimin yang menyebabkan iman mereka berkurang. Kemudian, jika kaum Muslimin bertaubat dengan menyempurnakan iman mereka, maka Allahk pasti akan menolong mereka”.[2]

Adapun jika hadits yang Anda maksudkan adalah:

(Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar).

Tentang hadits di atas, Mulla ‘Ali Al-Qarit menyebutkannya di dalam Al-Asrâr Al-Marfû’ah, hlm. 127, dan beliau mengatakan: “Al-’Asqalani mengatakan di dalam Tasdîdun-Nufûs,’Perkataan ini masyhur di kalangan manusia, dan ini merupakan perkataan Ibrahim bin Abi ‘Abalah di dalam kitab Al-Kuna karya An-Nasa’i’.”

Kemudian Mulla Al-Qarit berkata,”Hadits ini disebutkan di dalam kitab Ihya‘ ‘Ulumuddin. Al-’Iraqi menyatakan, bahwa hadits ini riwayat Al-Baihaqi (di dalam kitab Az-Zuhd) dari Jabir, dan Al-”Iraqi berkata,’Sanad ini ada kelemahan’.”

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyebutkan hadits ini di dalam kitab Silsilah Al-Ahâdits Adh-Dha’ifah (5/478, no. 2460), dan beliau mengatakan: “Mungkar”. Kemudian Syaikh Al-Albani menjelaskan secara panjang lebar sisi kelemahan hadits ini. Beliau juga menukil perkataan Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam takhrîj kitab Al-Kasysyaf, bahwa An-Nasa’i di dalam kitab Al-Kuna meriwayatkannya sebagai perkataan Ibrahim bin Abi ‘Abalah, seorang tabi’i dari penduduk Syam.

Syaikh Al-Albanit mengakhiri penjelasannya dengan menukil perkataan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah tentang hadits ini: “Tidak ada asalnya. Tidak ada seorang pun dari manusia yang mengetahui perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Nabi ﷺ yang meriwayatkannya. Dan jihad melawan orang-orang kafir termasuk sebesar-besar amalan, bahkan hal itu merupakan amalan tathawwu’ terbesar yang dilakukan manusia”.[3]

Kesimpulan, jihad melawan orang-orang kafir termasuk amalan yang paling utama, tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan, kecuali setelah jihad melawan nafsunya.


[1]. Khuthab wa Mawa’izh min Hajjatil-Wada‘, Syaikh Abdur-Razaq bin Abdul-Muhsin Al-Badr, hlm. 53.
[2]. Al-Jawabush-Shahih liman Baddala Dînal-Mashih (6/450).
[3]. Majmu’ Fatâwâ (11/197). Lihat pembahasan ini dalam Silsilah Al-Ahâdits Adh-Dha’îfah (5/478-481), karya Syaikh Al-Albâni. Lihat juga kitab Laisa min Qa-ulin-Nabi, Dr. Muhammad Fu-ad Syakir, Maktabah Auladisy-Syaikh lit-Turats, Cetakan I, tanpa tahun, hlm. 108.

Edisi 04 Tahun  XI  1428H – 2007M

Pengunjung juga mencari :

  • apakah jihad yang paling besar dalam kehidupan manusia 2017
  • cara mujadahad melawan hawa nafsu
  • HaditsShohih/Rowahul Baihaqi fi mustadrok lil hakim fi sya’bul iman/Jami’ush shoghir/ jilid I/bab huruf Alif/ halaman 48)
  • jihad menahan hawa nafsu sering disalah
  • melawan hawa nafsu
  • melawan kekejaman hawa nafsu
  • perang melawan hawa nafsu
  • pertanyaan ilmiah tentang jihad melawan hawa nafsu
  • Shahih Al-Jami’ush-Shaghîr no 1099