Islam Penebar Kasih Sayang

0
321

Di tengah gencarnya kaum Muslimin memperdengarkan Islam sebagai rahmat, sebagaimana diturunkannya syariat Islam sebagai penyelamat kehidupan, baik di dunia maupun akhirat, ternyata issu terorisme tak juga surut. Wajar, karena di satu sisi ada sebagian kaum Muslimin yang menampilkan Islam dengan kekerasan. Dalihnya, menegakkan jihad memerangi orang-orang kafir, menegakkan kalimat Allah demi berlakunya syariat Allah di muka bumi.

Tak dipungkiri, jihad memerangi orang-orang kafir merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Namun harus dipahami, segala sesuatu harus berdasarkan petunjuk al Qur‘an dan Sunnah shahihah. Karena, tindakan yang menyelisihi Allah dan RasulNya, pasti akan menuai kekeliruan. Bukan maslahat yang didapat, tetapi mudharat yang berlipat.

Oleh karena itu, upaya menegakkan syariat Islam ini, caranya harus sesuai dengan petunjuk Allah dan RasulNya. Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali, saat menyampaikan muhadharah di Masjid Kampus Universitas Brawijaya Malang, beliau –hafizhahullah- mengingatkan, kita menyeru dengan hujjah, burhan, dalil dan penjelasan. Nabi ﷺ berhasil menegakkan sebuah Negara Islam, tetapi tidak dengan pedang. Beliau ﷺ mampu menegakkannya tatkala berhasil menanamkan aqidah pada umat. Setiap umat yang telah berhasil menegakkan tauhid dan kalimat Laa Ilaaha Illallah dalam kehidupan mereka, niscaya Allah menegakkan daulah Islam di negeri mereka.

Sejarah mencatat, perluasan kekuasaan Islam bukan dengan pedang terhunus. Tetapi semata, karena memang kandungan ajaran Islam adalah rahmat. Bukan hanya bagi kaum Muslimin saja, tetapi juga bagi kaum selain Islam, bahkan kepada hewan sekalipun.

Menurut Syaikh Ali bin Hasan al Halabi, saat muhadharah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad, 19 Februari 2006, beliau –hafizhahullah- menyampaikan, rasa kasih-sayang (rahmat) ini menuntut Anda untuk memiliki rasa kepedulian (terhadap keselamatan makhluk) yang Anda ambil dari sifat Rasulullah ﷺ yang diberikan Allah kepada beliau, yaitu:

حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٢٨)

…(Rasulullah) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min. (QS at Taubah : 128).

Semangat ini semestinya diiringi kelembutan dan kasih-sayang, yang merupakan ciri terbesar dan paling agung din (agama) ini, bukan kekasaran dan kekakuan, tidak dibarengi sikap ekstrim atau sikap berlebihan, tetapi, dengan kelembutan yang menjadi simbol agama ini.

Bahkan, Nabi ﷺ rahim (memiliki rasa sayang) dalam situasi peperangan dan sedang berhadapan dengan para musuh Islam. Peperangan dalam Islam bukanlah perang permusuhan, akan tetapi perang penebusan; peperangan untuk menebarkan sendi-sendi kasih-sayan©g. Membunuh musuh bukanlah tujuan utama dan pertama, akan tetapi itu merupakan pilihan terakhir.

Tawaran pertama adalah memeluk agama Islam, kedua adalah membayar upeti, dan ketiga adalah tidak mengganggu kaum Muslimin. Jika orang-orang kafir tidak mempedulikannya, tetap mengganggu dan menyakiti kaum Muslimin, maka mereka harus diperangi, dan ini pun harus dengan perintah dari penguasa dan para ulama yang saling bahu-membahu dalam menolong din Allah ini. Tetapi, kalau yang berinisiatif mengobarkan peperangan adalah individu-individu, maka perlu dimengerti, bahwa masalah memobilisasi perang bukanlah hak per individu.

Semoga Allah al Qawiyyu al Aziz menolong Islam dan kaum Muslimin, menampakkan al haq dan menegakkan negeri Islam dengan al Kitab dan as Sunnah. Allahlah yang akan mewujudkannya dan Dia Maha Kuasa untuk itu.(Redaksi)

Edisi 01 Tahun  X  1427H – 2006M

Pengunjung juga mencari :

  • hadits org kafir akan bahu membahu menghancurkan islam