Fatwa : Hukum memasang gigi palsu

0
275

SOAL:

Sejak kecil, saya tertimpa suatu penyakit yang membuat gigi saya rapuh, sementara kedua orang tua saya tidak segera mengobatkannya. Akhirnya semakin parah, hingga saya kehilangan sebagian geraham dan gigi yang mengakibatkan saya kesulitan mengunyah. Ini menimbulkan banyak masalah bagi saya termasuk ketika berbicara. Saya mulai berpikir mendatangi dokter spesialis untuk membuatkan gigi palsu buat saya. Namun sebelum melakukannya, saya ingin mengetahui hukumnya menurut syari’at. Jelaskanlah kepada saya, Jazâkallâh khairan.

JAWAB:

Setelah mempelajari masalah ini, Komisi Fatwa menjawab bahwa tidak mengapa engkau mengobati gigimu ke dokter spesialis dengan tujuan menghilangkan cacat dan mengganti gigi yang rusak dengan gigi palsu. Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ :

(Ketika ada yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ : “Wahai Rasulullâh, tidakkah kita berobat ?” Beliau ﷺ menjawab : –red)” Ya, wahai para hamba Allah, berobatlah kalian ! Karena sesungguhnya Allah  tidak akan meletakkan satu penyakit kecuali juga telah meletakkan obat penawar, kecuali satu penyakit.” Para shahabat bertanya : Apakah itu wahai Rasulullâh? “ Beliau menjawab : “Tua”

Imam Tirmidzi, Abu Isa mengatakan : Dalam bab ini terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah dan Abu Huza’ah dari bapaknya dan Ibnu Abbas. Hadits ini hadits hasan shahih (Sunan Tirmidzi, no. 2038)

Al-Lajnatud Daimati Lil Buhutsil ‘ilmiyah wal ifta`

Ketua : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh; Wakil : Syaikh Abdullâh bin Ghadyan; Anggota : Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan dan Syaikh Bakr abu Zaid[1]


[1]. al-Fatawal Muta’alliqah Bit-Thibb Wa Ahkâmil Mardha, hlm. 262

Edisi 01 Tahun  XIII  1430H – 2009M