Fakta dan Keutamaan Sholat

0
373

MajalahAsSunnah.com – Ibadah shalat memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Ibadah ini merupakan rukun kedua dari lima rukun Islam yang dijelaskan oleh Rasûlullâh Shalallahu alaihi wasallam. Kewajiban shalat tidak akan gugur dari kaum Muslimin dalam segala kondisi, sehat ataupun sakit, kaya maupun miskin, aman atau tidak aman, sendiri atau ditengah keramaian. Ini membuktikan bahwa shalat itu memiliki kedudukan penting.
Disamping itu, fakta shalat ini menunjukkan keistimewaannya dalam syari’at Islam. Bagaimana tidak istimewa? Perintah untuk melaksanakan ibadah ini tidak diterima di bumi namun diterima langsung oleh Rasûlullâh n di atas langit tanpa melalui perantara Malaikat Jibril q . Awalnya, ibadah ini diwajibkan sebanyak lima puluh kali sehari semalam, namun akhirnya berkurang menjadi lima kali sehari semalam. Meski hanya lima kali sehari semalam, tapi itu setara dengan lima puluh kali. (Lihat hadits Rasûlullâh n yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, no. 577 dan Muslim, 162)
Diantara hal lain yang menunjukkan keistimewaan ibadah ini adalah Allâh k menyebutnya dengan nama iman. Allâh Subhanahu wa taala berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

dan Allâh tidak akan menyia-nyiakan imanmu (maksudnya shalatmu). Sesungguhnya Allâh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia“. (QS. Al-Baqarah/ 2: 143)

Maksudnya, Allâh tidak akan menyia-nyiakan shalat kalian yang menghadap ke Baitul Maqdis, sebelum datang perintah untuk menjadikan Ka’bah sebagai kiblat dalam Islam.
Selain memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ibadah yang lain, shalat juga memiliki keutamaan-keutamaan. Diantaranya, shalat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat dan menjadi tolok ukur amalan yang lain. Amalan seseorang dinilai baik buruknya dengan baik dan buruknya ibadah shalat yang dia lakukan.
Dari Anas bin Malik Radhialllu ‘anhu dari Nabi, Beliau Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka seluruh amalnya baik dan jika shalatnya rusak, maka seluruh amalnya rusak.

Dalam riwayat lain:

أَوَّلُ مَا يُسْأَلُ عَنْهُ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُنْظَرُ فِي صَلَاتِهِ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ (وفي رواية: أَنْجَحَ)، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ

Yang pertama kali ditanyakan dari seorang hamba pada hari kiamat adalah dilihat shalatnya. Jika shalatnya baik, berarti dia telah beruntung dan selamat sedangkan jika shalatnya rusak, berarti dia telah merugi dan binasa. (HR. At-Thabrani dalam al-Ausath)

Syaikh al-Albani rahimahullah dalam kitab as-Shahihah, mengatakan “Singkatnya, hadits ini shahih dengan semua jalan periwayatannya.” Lihat Shalâtul Mu’min, hlm. 107).
Keutamaan lain dari ibadah ini yang sangat dibutuhkan oleh ummat manusia adalah shalat bisa menghapuskan dosa. RasûlullâhShalallahu alaihi wasallam mengumpamakan shalat wajib lima waktu yang dikerjakan oleh seorang Muslim itu, ibarat mandi sebanyak lima kali di sungai yang mengalir depan rumah. RasûlullâhShalallahu alaihi wasallam bersabda:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ ؟ قَالُوا لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَ الْخَطَايَا

Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai di salah satu pintu rumah diantara kalian, dia mandi di sungai sebanyak lima kali sehari, masihkah ada kotoran yang menempel dikulitnya? Mereka menjawab, “Tidak akan ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” Rasûlullâh Shalallahu alaihi wasallam melanjutkan, “Itu seperti shalat lima waktu, dengannya Allâh Subhanahu wa taala menghapus dosa-dosa (HR. Muslim)
Alangkah banyak fakta dan keutamaan shalat!
Masihkah kita kurang bersemangat melakukannya? Ya Allâh! Jadikanlah kami dan anak keturunan kami termasuk orang-orang yang senantiasa menegakkah shalat dimanapun dan dalam kondisi bagaimanapun.

Pengunjung juga mencari :

  • majalah tentang sholat